Terima Kasih Kepada : RIFA HENDRA LESMANA,100000.00,29/01/2016 |           RISDIANA WARDA NINGRUM,25000.00,29/01/2016 |           TITIN PUJIANTI,33000.00,29/01/2016 |           ZELLY RINALDI,15000.00,29/01/2016 |           DENNY ROMPAS,50000.00,29/01/2016 |           RESMA ANDAYANI,50000.00,29/01/2016 |           KUKUH IMANTORO,45000.00,29/01/2016 |           RYAN ARYA PUTERA SETIAWAN,35000.00,29/01/2016 |           
SBJ Sail Tomini: Cerita Tentang Yanti Dari Bajo, Boalemo & Kelahiran 3 bayi Bernama Unik


Kegiatan Surya Bhaskara Jaya, Sail Tomini pada tanggal 9 September 2015 menjangkau Gorontalo. sekitar pukul 10.00 WIB KRI Dr. Soeharso tiba di Boalemo, Gorontalo. Kapal rumah sakit itu belum dapat langsung bersandar, karena kedalaman air sedang surut. Menggunakan LCU, seluruh personil kegiatan Bhaksos SBJ Sail Tomini dipimpin oleh Komandan Satgas SBJ Sail Tomini bergerak menuju daratan. Di dermaga, rombongan telah disambut oleh Bupati Gorontalo, Kadiskes AL Mabes TNI dan seluruh personil pendukung kegiatan pelayanan kesehatan yang akan memberikan pengobatan umum, pemeriksaan gigi, dan bedah minor.

               

Sebagian besar kegiatan bhaksos hari itu dilaksanakan di Gedung  Olahraga Tilamuta yang berjarak tidak jauh dari dermaga. Khusus untuk kegiatan bedah minor, misalnya untuk tindakan operasi menghilangkan benjolan yang di dekat leher, tim dokter melakukannya di atas KRI Dr. Suharso, karena peralatan disana lebih lengkap. Hal ini diputuskan agar tim dokter dapat mengambil tindakan-tindakan yangn urgent dalam kondisi darurat. KRI Dr. Suharso sendiri, akhirnya dapat merapat ke dermaga pada tanggal 10 September pukul 07.00, sehingga pasien yang akan mendapatkan pelayanan bedah minor dapat menjalani pengobatan dengan lebih mudah, tanpa harus menaiki LCU. Pundi Amal SCTV dan Peduli Kasih Indosiar ikut mendukung pembiayaan operasi-operasi bedah minor dan pengobatan yang dilakukakn selama kegiatan SBJ Sail Tomini 2015 ini. Berikut adalah salah satu kisah operasi bedah minor yang berhasil dilakukan di kegiatan SBJ Sail Tomini.
 
          


Salah satu pasien yang menjalani operasi bedah minor adalah seorang ibu rumah tangga bernama Yanti (35) yang dalam kesehariannya menjalani pekerjaan sebagai penjahit. Usai melahirkan putra keduanya, Yanti didiagnosa dokter menderita Mioma. Benjolan yang semula sebesar kelereng, seiring waktu semakin lama semakin membesar hingga berdiameter 15 centimeter. Selain mioma, hasil pemeriksaan dokter menemukan ada kista di kanan dan kiri rahimnya. Keberadaan mioma yang cukup besar itu, menurut dr. Andra Kusuma Putra, SpOG yang menangani Yanti, sudah dirasakan mengganggu, karena sudah mendesak ke dada. Begitupun kista di kiri dan kanan pasien, sehingga rahim Yanti harus diangkat. Padahal sudah 10 tahun ini, Yanti menolak dioperasi untuk mengatasi penyakitnya. Pendekatan persusif dilakukan tim dokter untuk membujuk ibu rumah tangga itu, hingnga akhirnya dia bersedia menjalani operasi pengangkatan mioma dan kista. Operasi dilakukan tengah malam oleh Dr. Andra. "Selama 10 tahun pasien menolak dioperasi, sekarang dia bersedia menjalani operasi, maka tidak masalah bagi saya untuk melakukan operasi tengah malam. Sehingga kalau esok pagi, pasien melihat benjolannya hilang dan perutnya rata kembali, dia dapat tersenyum, itu sudah menbuat kami bahagia,"  pungkas dr. Andra.

      

Pada hari yang berbeda, Tim Dokter SBJ Sail Tomini juga juga membantu warga melahirkan. Setidaknya dalam catatan Tim Pundi Amal SCTV dan Peduli Kasih Indosiar sepanjang kegiatan SBJ Sail Tomini sudah ada empat orang warga yang dibantu proses melahirkannya. Sebagai ekspresi kegembiraan mereka, para orangtua bayi-bayi tersebut tidak berkeberatan pada nama putra atau putri mereka disematkan nama-nama yang mengandung unsur Amal, Bhaskara, Surya ataupun Kasih sebagai cerminan kerjasama tiga pihak: Pundi Amal SCTV, Peduli Kasih Indosiar dan Surya Bhaskara Jaya Sail Tomini. Komandan Satban Koarmatim Kolonel Laut (P) Soetarmono selaku Komandan Satgas SBJ LXIV pada kesempatan itu berkenan memberikan nama kepada salah satu bayi yang baru lahir. Berikut adalah momen-momen kebahagian para orangtua atas kehadiran para anggota barunya yang masing-masing diberi nama: Ni Made Suryani, Bhaskara Alamsyah Banu dan Amalia Kasih Jayanti.

          
 
Tanggal 10 September 2015, juga merupakan puncak acara Festival Boalemo. Dalam kegiatan itu hadir oleh Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani. Festival tersebut dipusatkan di pantai Bolihotuo, Kabupaten Boalemo. Festival tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan potensi pariwisata di Kabupaten Boalemo. Salah satu potensi wisata yang sedang dikembangkan Pemkab Boalemo adalah pulau cinta, sebuah pulau yang terbentuk dari gugusan pasir putih berbentuk hati (love) yang dapat ditempuh dengan boat selama 40 menit dari dermaga Boalemo. Untuk mempromosikan obyek wisata tersebut, digelar sailing pass parade kapal kapal nelayan, atraksi terjun payung dari Korps Marinir TNI AL, dan atraksi pesawat tempur. Dimeriahkan juga dengan tari tarian khas Boalemo, bazzar kerajinan khas Boalemo antara lain yang berasal dari perkampungan Bajo yang merupakan perkampungan nelayan dengan rumah adat khasnya. Usai melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan di Kabupaten ini, pada 12 september 2015, KRI Dr. Suharso bertolak menuju Poso pada pukul 16.00 setelah didahului dengan apel kelengkapan.(win/har)
 

share