Terima Kasih Kepada : RIFA HENDRA LESMANA,100000.00,29/01/2016 |           RISDIANA WARDA NINGRUM,25000.00,29/01/2016 |           TITIN PUJIANTI,33000.00,29/01/2016 |           ZELLY RINALDI,15000.00,29/01/2016 |           DENNY ROMPAS,50000.00,29/01/2016 |           RESMA ANDAYANI,50000.00,29/01/2016 |           KUKUH IMANTORO,45000.00,29/01/2016 |           RYAN ARYA PUTERA SETIAWAN,35000.00,29/01/2016 |           
Pundi Amal SCTV Sampaikan Kontribusi Dalam Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional


Pundi Amal SCTV dipercaya menjadi salah satu pembicara dalam Kegiatan Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2015 dalam sesi Knowledge Day yang diselenggarakan pada 11 November 2015 di Pusat Perfilman Haji Usmar Ismail, Jakarta. Dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Kelompok Kerja Air Minum dan Penyehatan Lingkungan atau Pokja AMPL bertindak sebagai Inspirator Pembuka adalah Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bapenas, Sofyan Djalil yang kemudian dilanjutkan oleh para inspirator lainnya dari instansi pemerintah, perorangan, LSM, ataupun swasta. Ketua Pundi Amal SCTV, Risanggono Soemaryono berbicara dari sudut pandang lembaga swasta yang terlibat dalam persoalan sanitasi dan air minum. 

Ketua Pundi Amal SCTV, Risanggono Soemaryono dalam paparannya menyampaikan keterlibatan Pundi Amal SCTV dalam penanganan sanitasi dan air minum. "Bersama HIGH FIVE sejak tahun 2011 kami bergandengan tangan menangani masalah sanitasi dengan membuat MCK dan menyediakan dana bergulir bagi kelompok kerja ataupun kelompok wirausaha sanitasi. Selain itu kami juga terlibat dalam kegiatan Lomba Teknologi Tepat Guna Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang hasil inovasinya bisa diterapkan di wilayah pemukiman padat," paparnya. Di luar kerjasama dengan HIGH dan USAID, Pundi Amal SCTV sebelumnya juga telah membangun sejumlah MCK dan penampungan air hujan di beberapa wilayah antara lain di Lombok, Pandeglang dan Merapi.


Kegiatan KSAN 2015 ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen semua pihak untuk bergerak bersama mecapai 100% akses sanitasi dan air minum di 2019 mendatang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2014, dalam kurun 2004-2014, akses sanitasi meningkat 19,30 persen dan akses air minum layak naik 22,93 persen. Akses sanitasi layak naik 2,29 persen setiap tahunnya dan akses air minum rata-rata meningkat 1,93 persen per tahun. Pada akhir 2014, cakupan sanitasi layak nasional sudah pada angka 61,06 persen dan cakupan air minum layak 68,11 persen.

Dalam sambutan pembukaan acara ini, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil menegaskan pentingnya pembangunan sanitasi aman dan air minum layak dalam mendukung pembangunan di berbagai sektor lainnya. "Sanitasi dan air minum merupakan hak dasar yang harus dipenuhi oleh pemerintah agar masyarakat bisa menikmati hidup yang lebih baik. Karena kami yakin perbaikan kesehatan mampu meningkatkan kesejahteraan dan pendidikan masyarakat," ujar Sofyan. (har)


share