Pundi Amal SCTV - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Senin, 12 Desember 2011 meresmikan penggunakan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mandiri di Kec. Entikong yang merupakan daerah terdepan berada di perbatasan Malaysia - Indonesia. Bangunan senilai Rp 150.000.000 berasal dari dana nasabah Bank Mandiri yang dititipkan pemanfaatannya kepada Pundi Amal SCTV.

Bupati Sanggau, Ir. Setiman Sutin, menyambut baik prakarsa Pundi Amal SCTV - Bank Mandiri ini dan bahkan mengundang agar swasta kian banyak membangun fasilitas sosial dan umum di wilayahnya. Dalam kesempatan yang sama, Area Manager Bank Mandiri Pontianak, Hotman Nainggolan menyambut gembira realisasi kerjasama Pundi Amal SCTV - Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam mewujudkan bangunan PAUD Mandiri, LSM Anak Bangsa ini. Menurutnya, ini sejalan dengan salah satu misi Bank Mandiri yang peduli terhadap pendidikan.

Gedung PAUD yang dibangun di atas tanah 140 meter persegi itu juga dilengkapi dengan seperangkat alat belajar dan bermain untuk anak-anak. Ketua Umum Pundi Amal SCTV, M. Risanggono mengharapkan pembangunan gadung PAUD ini akan membantu melancarkan kegiatan belajar mengajar yang selama ini menjadi satu dengan lokasi penampungan TKI/TKW yang bermasalah. "Semoga dengan gedung yang terpisah, anak--anak akan menjalani proses belajar mengajar lebih nyaman dan tumbuh dengan lebih sehat," katanya.

Hotman Nainggolan, Area Manager PT Bank Mandiri (Persero) Tbk wilayah Pontianak menandatangani berita acara serah terima disaksikan Ketua Umum Pundi Amal SCTV , M Risanggono (kiri) dan Ketua LSM Anak Bangsa, Arsinah Sumitro (kanan)



Senada dengan itu, Area Manager Bank Mandiri, Pontianak, Hotman Nainggolan, menegaskan komitmen Bank Mandiri untuk terus menyalurkan dana amal nasabahnya kepada masyarakat yang membutuhkan. "CSR Bank Mandiri peduli pendidikan meliputi tiga pilar, Program Mandiri edukasi, Penghargaan guru berprestasi, Beasiswa Mandiri prestasi dan Mandiri sarana pendidikan," katanya.

Ketua LSM Anak Bangsa, Arsinah Sumitro yang mengelola PAUD Mandiri tersebut mengucapkan rasa syukurnya atas usainya dibangun gedung PAUD tersebut. "Dengan begini, anak-anak bisa belajar dan bermain lebih tenang dan nyaman," tuturnya. Selama ini, kegiatan belajar mengajar anak-anak PAUD dilakukan dalam satu ruang dengan penampungan TKI/TKW yang menjadi advokasinya. "Tidak jarang, anak-anak menjadi tidak nyaman, pada saat ada TKI yang stress akibat persoalan yang dialaminya di tempat majikannya di Malaysia," kata peraih penghargaan Liputan 6 Awards tahun 2010 ini.

Di masa yang akan datang, dia masih menyimpan harapan membangun asrama untuk pendidikan anak-anak SD, SMP dan SMK ataupun kejar paket C untuk anak-anak di lokasi kantor LSMnya. Saat ini di PAUD Mandiri yang dia kelola ini, tercatat 65 anak usia dini menikmati proses belajar. Mereka adalah anak-anak warga sekitar di Kecamatan Entikong, termasuk anak-anak yang ditinggal orangtuanya menjadi TKI di Malaysia.

BERITA PEMDA SANGGAU
VIDEO